SEGALA HAL TENTANG SAHAM

Saat ini kita pasti tidak asing dengan yang namanya saham. Selama pandemi Covid-19, saham menjadi sangat booming. Saham adalah bukti kepemilikan sebuah perusahaan atau penyertaan modal terhadap sebuah perusahaan. Ketika kita memiliki saham, maka kita bisa mengklaim kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Kita bisa menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham berapapun jumlah saham yang kita miliki. Jika ingin memiliki saham kita bisa membelinya di pasar modal. Pasar modal di Indonesia dikenal dengan nama Bursa Efek Indonesia.

Terdapat berbagai jenis saham berdasarkan kinerja perdangangan,yaitu blue chip stocks, income stocks, growth stocks, speculative stocks, counter cyclical stocks. Jenis-jenis saham berdasarkan kemampuan dalam hak tagih atau klaim,yaitu: saham biasa (common stocks) dan saham preferan (preferred stocks). Saham biasa adalah bukti atas kepemilikan yang tidak memiliki keistimewaan dalam mendapatkan dividen,sedangkan saham preferen adalah saham yang mendapatkan prioritas dalam pembagian dividen perusahaan dan mendapatkan prioritas dalam pengembalian modal dari hasil likuidasi perusahaan.

Segala sesuatu di dunia ini memiliki risiko termasuk dalam hal berinvestasi di saham. Berinvestasi di instrumen saham memiliki resiko yang sangat tinggi dibandingkan instrumen lainnya. Namun berinvestasi di saham lah yang memiliki return tertinggi di antara instrumen lainnya. Harga sebuah saham dapat mengalami kenaikan dan penurun yang drastis hal ini tergantung pada kinerja perusahaan dan psikologi pasar

Untuk membeli saham, investor perlu menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahan sekuritas. Jika investor menjual sahamnya maka ia akan memperoleh nilai sesuai harga jualnya dan dikurangi fee broker beserta pajak penghasilan. Investor harus membeli saham minimal 1 lot atau 100 lembar saham.

Saham Michael Kors Akan Dipatok Di Angka 260 – 300 Rupiah

Produsen fashion ternama Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY serta American Eagle di Indonesia, yakni PT Golden Flower saat ini telah resmi menyelesaikan tahap penawaran saham perdana mereka pada tanggal 17 – 27 Mei 2019.

“Untuk prosesnya sudah rampung,” ungkap Head of Investment UOB Kayahian, John Octavianus. John sendiri bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Ia juga menambahkan bahwa nilai penawaran awal saham berada di angka Rp 260 hingga Rp 300 per sahamnnya.

Menurut kabar yang beredar, produsen garmen tersebut menawarkan saham sebanyak 150 juta saham. Jumlah tersebut sama dengan 20% dari modal yang sudah ditempatkan serta disetor secara penuh.

Dengan proyeksi angka tersebut, itu berarti Golden Flower menargetkan pencapaian dana segar mencapai 39 – 45 miliar Rupiah. Dana tersebut akan digunakan Golden Flower untuk membeli bahan baku, biaya produksi, serta biaya operasional pemasaran.

Perusahaan Golden Flower sendiri berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Mereka akan menggelar penawaran saham ini secara umum pada tanggal 17 – 20 Juni 2019. Mereka juga menargetkan pencatatan saham pada tanggal 26 Juni 2019.

Sebelum mereka menawarkan saham ke publik, modal akan disetor penuh pada perusahaan mencapai 600 juta saham. 99% dari saham tersebut dimiliki oleh PT Profashion Apparel.

Sedangkan 0,07% sisanya dimiliki oleh Po Sun Kok ( sekitar 4000 saham ). Ini berarti total modal yang ada saat ini sebesar 60 miliar Rupiah.

Di tahun 2018 silam, perusahaan ini berhasil meraih total penjualan mencapai 438,45 miliar Rupiah, naik sekitar 0,15% ketimbang tahun 2017. Dari total pendapatan tersebut, 95,44%nya didapat dari ekspor.

Neraca Defisit, IHSG Diprediksikan Masuk Zona Merah

Menurut beberapa pakar ekonomi, Gerak Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akan tetap terkoreksi pada perdagangan saham Kamis ( 16/5/2019 ). Jika melihat data neraca yang ada pada bulan April ini tercatat defisit yang cukup besar, yakni 2,5 miliar sehingga menurunkan optimisme pasar nasional.

Menurut Dennies Christoper Jordan selaku analis PT Artha Sekuritas, sektor global sentimen perang dagang masih akan mempengaruhi tekanan jual. Kemungkinan akan ada pelemahan di angka 5.937 – 6.064.

Jika dilihat dari sisi teknikal, candlestick IHSG saat ini tengah membentuk long black body yang memberikan indikasi bahwa pelemahan ini akan terus berlanjut.

Menurut Muhammad Nafan Aji Gustama selaku analis PT Binaartha Param Sekuritas, ia beranggapan bahwa saat ini masih berlaku pola bearish continuation atau tekanan lanjutan dalam pergerakan IHGS bulan ini.

Ia bahkan memprediksikan IHSG akan memasuki zona merah dengan resistance di angka 5.896 – 6.149.

Menurutnya saham yang paling direkomendasikan saat ini adalah PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA ), PT Bank Tabungan Negara Tbk ( BBTN ), PT Elnusa Tbk ( ELSA ), serta PT Kalbe Farma Tbk ( KLBF ).

Selain itu Christopher juga menyarakan saham dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP ), PT Bukit Asam Tbk ( PTBA ), serta PT Bumi Serpong Damai Tbk ( BSDE ).

Parahnya lagi, investor asing juga tengah melepas saham pada perdagangan Rabu pekan ini yang membuat laju indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan.