Mascherano : Saya Masih Ingin Bermain Untuk Argentina

Argentina akan segera berhadapan dengan Nigeria di matchday ke tiga penyisihan di Grup D PD 2018. Partai tersebut merupakan partai hidup mati Messi dan kawan kawan, mengingat mereka barus mengoleksi satu poin dari dua laga yang telah di jalani mereka. Sial bagi Jorge Sampaoli timnya hanya bermain imbang dengan Islandia padahal mereka bisa memenangkan pertandingan andai kata jika tendangan penalti Messi yang gagal di eksekusi dengan baik. Dan yang lebih buruk bagi mereka, adalah ketika di hajar oleh Kroasia dengan skor telak 3-0.

Pertandingan Nigeria sendiri akan menjadi uji coba yang sesungguhnya, apalakah tim Tanggo mampu keluar dari kerterpurakan dan lolos ke babak 16 besar jika berhasil mengalahkan wakil Afrika itu dengan catatan Kroasia harus mengalahkan Islandia pada pertandingan terakhir juga.

Javier Mascherano sendiri menyatakan jika dirinya akan bermain pada pertandingan terakhirnya di PD 2018, sebab sang pemain sudah tidak mungkin lagi bisa bermain di ajang Piala Dunia 2022 di Qatar, sebab yang bersangkutan telah menua.

Dan Argentina sendiri harus memenangkan pertandingan melawan Nigeria pada 27/06/18 malam, sebab Messi Cs harus mendapatkan tiga poin yang merupakan poin yang sangat penting lolos ke babak berikutnya.

Mascherano sendiri yang telah berusia 35 tahun, memang menjadi andalan di lini tengah Argentina, Dan Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen terakhirnya dan ia akan berjuang mati matian pada pertandingan melawan Nigeria.

”Untuk saat ini saya benar benar tidak memikirkan hal tersebut ( masa pensiunya bersama Argentina).

”Saaya hanya memikirkan apa yang di raih oleh tim ini, dan terus bekerja keras pada setiap pertandingan, biarkan waktu yang mentukan hasil ini.” tutup Mascherano.

Maradona : Kau Tak Boleh Pulang Ke Argentina Sampaoli, Jika Argentina Kembali Imbang

Ada hal yang menarik usai Argentina di tahan imbang oleh Islandia dalam ajang Piala Dunia 2018, kala itu tim Tanggo harus bermain imbang dengan skor 1-1. Ternyata dengan di tahan imbangnya Argentina membuat Legenda hidup mati Argentina Diego Armando Maradona yang biasa di sapan Maradona melampiaskan kekecewaannya melihat mereka hanya bermain imbang pada laga itu.

Sebenarnya Argentina sendiri terlebih dahulu unguul melalui sepakan keras kaki kiri Sergio Aguero pada menit ke ’19, sayang pada menit ke ’23 Islandis berhasil menyamakan kedudukan melalui Alfred Finnbogason pertadingan tersebut harus berakhir dengan skor imbang 1-1.

Melihat hal tersebut Maradona sangat geram dengan Jorge Sampaoli usai Argentina hanya bermain imbang dengan Islandia.

Maradona yang menyaksikan Argentina di Stadion pun mengungkapkan jika Sampaoli sebaiknya tidak usah kembali ke kampung halamannya Argentina melihat ia mempesiapkan tim yang begitu buruk hingga tim hanya berhasil bermain imbang.

Dengan Islandia yang terus bermain bertahan Maradona meminta Sampaoli untuk segera berbenah demi kebaikan tim di pertandingan selanjutnya,

”Ya jelas hal tersebut tidak akan membantu melihat Islandia bermain amat bertahan. Jika dia terus menggunakan filosofi tersebut dia tidak akan kembali ke Argentina.” ucap Maradona kepada ESPN.

”Benar benar mengerikan, mereka Islandia memiliki pemain yang memiliki tinggi tubuh sekitar ”190” cm lalu dia mencoba bermain dengan bola atas melihat para pemain kami tidak memiliki ukuran tubuh seperti para pemain Islandia.” terangnya.

Legenda Napoli itu menyebutkan jika dirinya tak mau menyalahkan para pemain Argentina dan ia lebih memilih untuk menyalahkan Jorge Sampaoli yang tidak bagus dalam mempersiapkan timnnya dengan baik.

”Dia tidak mempersiapkan permain dengan baik. Dia tidak becus akan hal itu. Para permain tidak bersalah mereka telah melakukan yang terbaik menurut arahan pelatih.” ungkap Diego.

Sergio Romero Sebut Jika Dirinya Amat Bahagia Di MU

Kiper kedua manchester united sergio romero mengatakan ia betah untuk bermain di manchester united kendati dirinya jarang beramain bersama dengan pasukan jose mourinho.

Pemain timnas argentina tersebut mengungkapkan jika dirinya berencana untuk kembali ke kampung halamannya selama telah merantau di eropa.Ia sendiri mengatakan jika dirinya memiliki dua klub pilihanya untuk masa depannya.

‘’Saya memiliki tujuan untuk bermain dengan racing club, atau boca juniors.Dan saya pikir saya tidak memiliki tujua selain kedua klub tersebut.’’

Kiper berusia 31 tahun tersebut memperkuat MU pada musim 2015 dari sampdoria dengan biaya bebas transfer karena kontraknya habisa bersama klub tersebut.