Begitu Buruknya Liga Indonesia Dan Timnas Indonesia

Contoh Liga Indonesia

Pemenangbola.com  – Persepak bolaan di tanah air memang sedang di perbincangkan oleh pertevelisian Indonesia. Ya seorang supporter harus terbunuh ketika mendukung timnya Persija Jakarta ketika menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Banyak yang menilai jika semuanya merupakan ulah dari pantia pelenggara terutama klub tuan rumah yang bertanggung jawab atas hal tersebut mengingat mereka merupakan klub yang sering berada dekat dengan supporter tim dan para klub lah yang membinan hubungan yang baik terhadap supporternya.

Admin Pemenangbola.com sendiri akan menyajikan beberapa fakta yang menurut kami merupakan biang kerok dari terpuruknya Liga Indonesia yang terparah hingga seorang pemudah harus kehilangan nyawa dalam sebuah pesta olahraga tersebut.

Berikut Faktor Utama Mengapa Indonesia Masih Tertinggal Dengan Liga-Liga Tetangga

1.Infrastruktur Yang Kurang Memadai

Ketika kita melihat tim seperti Selangor FA dari Malaysia, jelas kita akan mengingat jika klub tersebut merupakan klub yang pernah di perkuat oleh pemain seperti Safe Sali di masa lalu. Lalu apa yang menjadi pembeda dari Liga Indonesia apakah Safe Salinya atau pemain yang lebih hebat ? tidak, faktor utama yang menjadi kekuarangan tim-tim di Liga Indonesia adalah kualitas Stadion tersebut.Ya kita tidak pernah melihat stadion dari Malaysia yang sempat terhinggap lumpur ketika memasuki musim penghujan, kualitas rumput yang mereka sajikan benar sangat sempurna meski masih kalah jika di bandingan dengan stadion eropa.

Namun jika kita pernah mengingat ketika Jose Mourinho pernah mengatakan kepada sebuah media jika klubnya Manchester United akan bertanding dengan Manchester City di Beijing yang kala itu memiliki kulitas stadion yang setara dengan eropa harus kecewa usai Mourinho meminta management klub membatalkan pertandingan persahabatan tersebut lantaran rumput yang di sajikan memiliki kadar air yang cukup banyak dan itu tidak bagus untuk otot para anah asuhnya. Dari detail sekecil itu jelas bisa di simpulkan mengapa permainan di Liga Indonesia maupun timnas Indonesia benar-benar buruk.

2. Para Pemain Yang Bermain Di Indonesia Maupun Asli Indonesia Tidak 100 % Menjaga Makanannya

Ini merupakan kesalahan terfatal bagi seorang atlet profesional, karena ketika seorang pemain tidak menjaga makanannya dengan baik maka kebugarannya bisa menurun dan tidak mampu bermain dengan baik di atas lapangan.Pemain seperti Bambang Pamukas, Irfan Bachdim, Christian Gonzales jelas pernah merasakan masakan-masakan khas Indonseia dan kerap menyantapnya ketika memasuki hari liburan. Sementara kualitas bermain mereka benar-benar nol besar. Kita tidak pernah melihat pemain seperti Cristiano Ronaldo yang merupakan pemain terbaik dunia menyantap makanan berlemak karena ia merupakan pemain profesional yang bisa menjaga dan mengendalikan dirinya di dalam lapangan maupun di luar lapangan.

3. Presiden, Menpora, Dan PSSI Tidak Memberikan Dukungan Maju Untuk Sepak Bola

Mungkin banyak yang menilai jika presiden Jokowi Widodo sudah mendukung timnas Indonesia dan Liga Indonesia untuk bisa mengharumkan negara ini. Saya pikir Pemerintah belum akan mendukung atau mengelola sepak terjang sepak bola dengan baik di Indonesia, lantaran mereka sedang membangun infrastruktur di seluruh Indonesia dan tidak berfokus dengan hal itu Contohnya ? Kematian, Ricuh, hingga tidakan rasisme yang kerap terjadi dengan supporter klub yang kerap menyuarakannya.

Bagaimana Menpora, menpora sendiri lebih cendrung memiliki pendirian yang sama dengan pemerintah karena mereka hanya seorang menteri yang berada di bawah naungan presiden. Lalu mengapa PSSI yang merupakan badan tertinggi pesepak bolaan Indonesia tidak berani menyuarakan? ambil contoh FA yang dengan tegas membersihkan oknum di internal Federasi Sepak Bola Inggris hingga berhasil membawa Liga Inggris memiliki Hak Siar Termahal Di Dunia  itu merupakan sebuah kebijakan yang berhasil mereka raih di samping majunya negara Ratu Elisabeth tersebut.

PSSI merupakan badan yang sangat berpengaruh karena jika dalam Internal tersebut benar-benar di isi oleh orang-orang tidak profesional  dan tidak kreatif lebih terparahnya tidak mau tahu dan Korupsi maka itu akan menghancurkan generasi emas para anak muda Indonesia yang tadinya memiliki potensi untuk menjadi pemain yang bisa bermain di level eropa hingga meratapi nasib hingga di masa tua. Sekali lagi sosok Edy Rahmayadi dengan menjadi orang begitu bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi dengan timnas Indonesia maupun Liga Indonesia mulai dari kematian, rasisme, gaji pemain yang tertuggak, kualitas stadion yang buruk yang menjadi sorotan belakang ini.