Mignolet : Saya Kecewa Dengan Jurgen Klopp

Penjaga gawang  Liverpool, Simon Mignolet mengaku jika ia telah bertemu dengan Jurgen Klopp untuk membahas masa depannya, mengingat ia jaran mendapatkan jam bermain yang layak musim lalu, Dan dampaknya ia jarang mendapatkan kepercayaan dari Roberto Martinez dalam ajang Piala Dunia 2018.

Mignolet sendiri amat kecewa dengan ia tidak pernah memainkan satu pertandingan pun dalam turnamen ini dan membuat penderitaanya kian panjang usai gagal bersaing sebagai kiper nomor 1 di Liverpool.

Kiper No2 Belgia mengalami akhir yang frustasi terhadap musim di Merseyside saat ia kehilangan tempatnya dari Loris Karius, yang melakukan blunder fatal di ajang final Liga Champions musim ini.

Mignolet mengungakapkan jika Martinez amat salah tidak memainkannya ketika Coutois mengalami cedera, meski ia hanya merupakan kiper nomor 2.

“Sangat disayangkan bahwa saya harus tetap di bangku cadangan sementara tim benar-benar berubah. Itu sulit dan sulit secara mental.’’ terangnya.

“Misalkan sesuatu terjadi pada Thibaut, maka saya harus bermain langsung tetapi saya telah bermain sangat sedikit dalam beberapa bulan terakhir. Itu tidak mudah.’’

“Mereka tahu bahwa saya dapat bertahan banyak tetapi mungkin itu merugikan saya.”

Sementara itu, Mignolet dapat menemukan karir Anfield-nya di akhir musim panas ini sebagai laporan yang menghubungkan Liverpool dengan seorang penjaga gawang baru.

Loris Karius menjadi No 1 musim lalu di asuhan Jurgen Klopp, tetapi dua blunder di final Liga Champions melihat ahli taktik Jerman itu kehilangan trofi lagi.

Dikatakan bahwa Liverpool kini menyiapkan penawaran senilai 30 juta poundsterling untuk Lazio demi mendatangkan kiper mereka Thomas Strakosha.

Jika berhasil mendatangkannya, maka Mignolet akan keluar dan Karius kemungkinan akan mengisi bangku cadangan yang di tinggalkan oleh Mignolet.

Juventus Resmi Dapatkan Joao Cancelo

Klub asal Italia yang berhasil menjadi jawara Serie A secara beruntun selama tujuh musim yakni, Juventus resmi mendatangkan pemain anyar yakni Joao Cancelo dari klub asal Spanyol Valencia. Mereka mendatangkan Cancelo untuk memperkuat lini belakang mereka usai di tinggal pergi oleh Stepan Leisteiner yang memutuskan untuk hengkang usai kontraknya habis.

Sebenarnya Cancelo sendiri telah menyicipi kompetisi Italia, sebab sang pemain musim lalu menjalani masa peminjaman di Inter Milan dengan durasi satu musim. Masa penjaman sang pemain sendiri merjalan cukup sukses pasalnya ia berhasil mencatatkan 28 penampilan untuk skuat Luciano Spaletti, dengan torehan empat assist dan satu gol.

Niat Inter Untuk mempermanenkan status Cancelo mendapatkan hambatan usai mereka kabarnya sedang mengalami krisis ekonomi yang tak pelak membuat mereka gagal mengamankan Cancelo yang akhirnya berlabu bersama I Bianconneri.

Juventus pun langsung memberikan penawaran kepada Valencia untuk mendatangkannya ke Turin, dengan biaya mencapai 40 juta Euro Cancelo pun resmi bergabung dengan Juve, dengan metode tiga pembayaran selama tiga musim.

”Juventus telah resmi mendatangkan pemain dari klub Valencia, yakni Pedro Cavaco Cancelo dengan biaya transfer mencapai 40 juta euro dengan metode tiga kali pembayaran selama tiga musim kedepan.” tulis situs resmi Juventus.

Usai di resmikan oleh Juve, Cancelo pun langsung menandatangani kotrak bersama Juventus yang di dampingi oleh direktur klub Guiseppe Marotta. Dengan masa kontrak yang akan membuatnya bertahan hingga 2023 kedepan bersama klub seperti yang di terangkan melalui situs resmi klub.

”Juventus dengan Cancelo telah sepakat dengan kontrak mencapai lima tahun kedepan atau 2023 mendatang.”

 

Mascherano : Saya Masih Ingin Bermain Untuk Argentina

Argentina akan segera berhadapan dengan Nigeria di matchday ke tiga penyisihan di Grup D PD 2018. Partai tersebut merupakan partai hidup mati Messi dan kawan kawan, mengingat mereka barus mengoleksi satu poin dari dua laga yang telah di jalani mereka. Sial bagi Jorge Sampaoli timnya hanya bermain imbang dengan Islandia padahal mereka bisa memenangkan pertandingan andai kata jika tendangan penalti Messi yang gagal di eksekusi dengan baik. Dan yang lebih buruk bagi mereka, adalah ketika di hajar oleh Kroasia dengan skor telak 3-0.

Pertandingan Nigeria sendiri akan menjadi uji coba yang sesungguhnya, apalakah tim Tanggo mampu keluar dari kerterpurakan dan lolos ke babak 16 besar jika berhasil mengalahkan wakil Afrika itu dengan catatan Kroasia harus mengalahkan Islandia pada pertandingan terakhir juga.

Javier Mascherano sendiri menyatakan jika dirinya akan bermain pada pertandingan terakhirnya di PD 2018, sebab sang pemain sudah tidak mungkin lagi bisa bermain di ajang Piala Dunia 2022 di Qatar, sebab yang bersangkutan telah menua.

Dan Argentina sendiri harus memenangkan pertandingan melawan Nigeria pada 27/06/18 malam, sebab Messi Cs harus mendapatkan tiga poin yang merupakan poin yang sangat penting lolos ke babak berikutnya.

Mascherano sendiri yang telah berusia 35 tahun, memang menjadi andalan di lini tengah Argentina, Dan Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen terakhirnya dan ia akan berjuang mati matian pada pertandingan melawan Nigeria.

”Untuk saat ini saya benar benar tidak memikirkan hal tersebut ( masa pensiunya bersama Argentina).

”Saaya hanya memikirkan apa yang di raih oleh tim ini, dan terus bekerja keras pada setiap pertandingan, biarkan waktu yang mentukan hasil ini.” tutup Mascherano.

Setelah Emre Can, Juve Akan Angkut Wilshere Dengan Gratis

Raksasa Italia yakni Juventus kabarnya sangat ingin mendatangkan  Jack Wilshere yang akan meninggalkan Arsenal setelah membela klub selama 17 tahun dengan pergi secara gratis pada akhir musim nanti. Namun Juve sendiri harus bersaing dengan Wolves dan Cristal Palace yang juga meminatinya di Primer Leangue/

Raksasa Italia sedang dalam perburuan setelah pengumuma Emre Can dari Liverpool baru baru ini , Dan Wilshere akan meninggalkan Arsenal dengan status bebas transfer.

Klub Wolves  dan Crystal Palace adalah klub terdepan di antara klub Liga Premier yang ingin mengontraknya, dengan West Ham juga memantau situasi sang pemain.

Tetapi Juve adalah kandidat yang mengejutkan meskipun sudah menandatangani Emre Can dengan status bebas transfer setelah kontraknya habis di Liverpool.

Mereka bersedia menawarkan Wilshere 100 ribu Pondsterling per pekan dan berita dari sumber internal pemain masih menunggu apakah menerima pinangan sih nyonya tua atau tidak/
Jawara  Serie A sendrii melihat Wilshere sebagai investasi bagus karena pemain tengah itu akan meminta bayaran untuk kembali ke Inggris.

Pada musim lalu saja dia tidak bermain reguler dengan skuat yang masih di asuh oleh Arsene Wenger.

Pelatih baru The Gunners Unai Emery tidak melihat Wilshere dalam rencananya dan pemain berusia 26 tahun itu mengumumkan ia akan pergi pada musim ini.

Dia membuat debut seniornya untuk klub pada tahun 2008, kemudian membuat 197 penampilan.

Tapi cedera dan kehilangan bentuk permainannya melihat dia berjuang untuk mengamankan tempat tim utama reguler dan dia menghabiskan musim 2016-2017 dipinjamkan ke Bournemouth.

Wilshere memulai 29 pertandingan di bawah Wenger musim lalu, akan tetapi hanya bermain sebanyak 12 pertandingan saja di Liga Primer Inggris.

Morata Bergabung Dengan Borussia Dortmund ?

Striker Chelsea Alvaro Morata tampaknya mengalami musim terburuknya sebagai pemain sepak bola profesional demi bermain dengan Chelsea. Pada musim lalu penyerang Internasional Spanyol itu harus puas dengan hanya duduk di Bench Stanford Bridge. Pasalnya ia mengalami penurunan performa yang sangat mengerikan yang membuatnya di cadangkan oleh manager Antonio Conte. Tidak hanya itu dengan di cadangkannya Conte lebih memilih untuk mendatangkan Oliver Giroud dari Arsenal untuk mengisi lini serang Chelsea bersama Eden Hazard.

Masih belum di ketahui apakah penyerang yang di datangakn dari Real Madrid itu akan bertahan atau di lepas ke klub lain oleh Chelsea. Dengan bandrol yang di datangkan dari klub Spanyol tersebut dengan biaya yang menyentuh angka mencapai 70 juta euro. Dengan terus menjadi pelapis bukan tidak mungkin Morata akan di lepas atau di pinjamkan oleh The Blues.

Namun baru baru di beritkan oleh Daily Mail, jika nasib Morata mungkin tidak sampai ujung tanduk mengingat klub Jerman Borussia Dortmund kabarnya sangat tertarik untuk mendatangkan mantan penyerang Real Madrid tersebut ke Signal Idupark,

Apalagi pada musim ini melihat lini depan Chelsea yang tidak karuan usai di tinggal oleh Diego Costa bukan tidak mungkin mereka akan mendatangkan beberapa penyerang bintang untuk menggantikan posisi Costa yang gagal di gantikan oleh Morata maupun Giroud.

Sebenarnya Chelsea memiliki Michy Batsuayi yang tengah di pinjamkan ke Dormunt pada musim lalu, dirinya berhasil tampil amat bagus bersama Die Borrusiand namun sang pemilih yakni Chelsea dikabarkan akan menarik Batsuayi yang tampil gemilang. Dortmund yang sebenarnya ingin mempermanenkan striker asal Belgia itu harus kandas, tapi Chelsea kabarnya akan mencoba melepas Morata ke Jerman guna memberikan jam bermain yang banyak apalagi dengan peminjaman yang dilakukan oleh Batsuayi terbukti ciamik, mereka pun akan mencobanya terhadap Morata.

Cassilas : Blunder Yang Di Lakukan Oleh De Gea Adalah Kesalahan Yang Sangat Kecil

Legenda timnas Spanyol Iker Cassilas menyebutkan jika blunder yang di lakukan oleh David De Gea merupakan kesalahan yang sangat kecil bagi penjaga gawang kelas dunia mengingat semua pemain terbaik dunia pernah melakukan kesalahan dan tak ada yang sempurna.

De Gea menjadi bahan kritikan di dunia maya menyusul ia melalukan blunder fatal yang membuat Cristiano Ronaldo tersenyum indah, bagaimana tidak kapten timnas Portugal itu mencetak Hattrick ke gawang  timnas Spanyol yang di kawal oleh De Gea, padahal Spanyol sempat unggul 3-2 sebelum di samakan melalui Freekick Indah Ronaldo yang membuat skor imbang 3-3.

Banyak yang mengatakan jika apa yang dilakukan oleh De Ge hampir mirip dengan apa yang terjadi dengan kiper Liverpool Loris Karius yang melakukan blunder di ajang final Liga Champions melawan Real Madrid.

Namun Cassilas yang merupakan mantan penjaga gawang timnas Spanyol yang juga mantan kapten tim ini menyebutkan jika apa yang terjadi dengan De Gea merupakan bagi sangat kecil dengan blunder yang di lakukan.Yang membuat tersebut besar adalah karena pertandingan itu merupakan Big Match. Dan Iker sendiri juga pernah merasakan posisi yang di alami De Gea bahkan lebih buruk lagi.

”Ketika di Piala Dunia 2014 di Brazil, kami berhadapan dengan Belanda pada babak fase grup. Kami sempat unggul namun kami kalah dengan skor 5-1. Dan Van Persie dan Robben masing masing mencetak dua gol. Itu merupakan momen terburuk. Gol Van Persie dengan sundulannya merupakan blunder yang saya lakukan, karena saya bergerak terlalu maju. Sedangkan gol Robben saya juga melakukannya dengan terburu buru untuk menghalau bola tersebut. jadi apa yang saya dapatkan jauh lebih buruk dari dia (David De Gea).

Maradona : Kau Tak Boleh Pulang Ke Argentina Sampaoli, Jika Argentina Kembali Imbang

Ada hal yang menarik usai Argentina di tahan imbang oleh Islandia dalam ajang Piala Dunia 2018, kala itu tim Tanggo harus bermain imbang dengan skor 1-1. Ternyata dengan di tahan imbangnya Argentina membuat Legenda hidup mati Argentina Diego Armando Maradona yang biasa di sapan Maradona melampiaskan kekecewaannya melihat mereka hanya bermain imbang pada laga itu.

Sebenarnya Argentina sendiri terlebih dahulu unguul melalui sepakan keras kaki kiri Sergio Aguero pada menit ke ’19, sayang pada menit ke ’23 Islandis berhasil menyamakan kedudukan melalui Alfred Finnbogason pertadingan tersebut harus berakhir dengan skor imbang 1-1.

Melihat hal tersebut Maradona sangat geram dengan Jorge Sampaoli usai Argentina hanya bermain imbang dengan Islandia.

Maradona yang menyaksikan Argentina di Stadion pun mengungkapkan jika Sampaoli sebaiknya tidak usah kembali ke kampung halamannya Argentina melihat ia mempesiapkan tim yang begitu buruk hingga tim hanya berhasil bermain imbang.

Dengan Islandia yang terus bermain bertahan Maradona meminta Sampaoli untuk segera berbenah demi kebaikan tim di pertandingan selanjutnya,

”Ya jelas hal tersebut tidak akan membantu melihat Islandia bermain amat bertahan. Jika dia terus menggunakan filosofi tersebut dia tidak akan kembali ke Argentina.” ucap Maradona kepada ESPN.

”Benar benar mengerikan, mereka Islandia memiliki pemain yang memiliki tinggi tubuh sekitar ”190” cm lalu dia mencoba bermain dengan bola atas melihat para pemain kami tidak memiliki ukuran tubuh seperti para pemain Islandia.” terangnya.

Legenda Napoli itu menyebutkan jika dirinya tak mau menyalahkan para pemain Argentina dan ia lebih memilih untuk menyalahkan Jorge Sampaoli yang tidak bagus dalam mempersiapkan timnnya dengan baik.

”Dia tidak mempersiapkan permain dengan baik. Dia tidak becus akan hal itu. Para permain tidak bersalah mereka telah melakukan yang terbaik menurut arahan pelatih.” ungkap Diego.

Mourinho : Penalti Gagal, Messi Trauma Dengan Piala Dunia 2014

Bintang Argentina Lionel Messi mendatkan banyak cibiran usai kembali gagal mengeksuki penalti dalam pertandingan melawan timnas Islandia pada grup D Piala Dunia di Russia. Ternyata kegagalan Messi juga mendapatkan sorotoan oleh Jose Mourinho yang menjadi komentator dari stasiun televisi Russia.

Mourinho beranggapan jika Messi merupakan hanya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan, dan bukan seorang Superman. Bagi Mourinho sering gagalnya Messi dalam mengeksekusi penalti dikarenakan traumanya dalam pertandingan pertandingan besar di level negara. Mulai dari Piala Dunia 2010, 2014 dan Coppa Amerika ketika menghadapi Chile di final.

Apalagi untuk dua ajang terakhir yang di  ikuti oleh bintang Barcelona itu, merupakan yang terfatal menurut Mourinho. Ketika Piala Dunia 2014 sendiri Messi sempat bermain di final bersama Argentina melawan Jerman, namun Tim Tanggo harus di kalahkan oleh Jerman dengan skor 1-0, padahal kala itu Messi memiliki banyak kesempatan untuk menjebol gawang Manuel Never.

Tidak hanya itu pada pertandinagan Coppa Amerika pada 2016 yang lalu Messi juga sempat bermain di babak final melawan Chile dan ketika itu kedua tim harus saling  adu jotos lewat adu penalti. Messi yang mengambil tendangan penalti kembali gagal mengeksekusinya hingga membuat dirinya sempat frustasi dan sempat memutuskan pensiun dari timnas Argentina hingga terakhirnya ia kembali mencabut ucapannya untuk pensiun usai Argentina lolos ke Piala Dunia 2018 dari babak kualifikasi.

Mourinho yang pernah berhadapan dengan Messi ketika menangani Real Madrid mengukapkan sangat detail mengapa La Pulga kerap gagal mengeksekusi penalti dalam gelaran besar seperti Piala Dunia dan Coppa America demi membela negaranya.

”Messi mengalami tekanan, kegagalannya di Piala Dunia dan Coppa America sangat berdampak dengan pertandingan melawan Islandia. Dia menjadi kapten dan dia sering mengalami kegagalan dalam turnamen seperti Piala Dunia dan Coppa America.” ucap Mou.

”Kualitasnya tidak di ragukan lagi, tapi tidak ada pemain di timnas yang bisa membantunya seperti di Barcelona. Dia Messi harus berjuang sendiri tanpa di bantu rekan rekannya. Ia harus menjemput bola hingga setengah lapangan, berlari melawan dua hingga tiga pemain dan mencoba mencetak gol, dengan usia 30 tahun itu mustahil,lalu dengan ban kapten yang di embannya akan sangat berat baginya.” sambung Mourinho.

Mourinho : Ronaldo Merupakan Pemain Ajaib

Jose Mourinho tidak  ingin melewatkan laga laga Piala Dunia dalam pertandingan Big Match super seru, hal ini di lihat dari dirinya yang secara menyaksikan laga Spanyol VS Portugal dalam laga fase grup. Pertandingan besar berjalan dengan sangat seru dan terjadi hujan gol dengan masing masing tim kebobolan tiga gol yang berakhir dengan skor imbang 3-3.

Namun yang menjadi perbincangan bukannya hanya pertandingan tersebut, tapi karena sosok kapten  timnas Portugal yakni Cristiano Ronaldo yang bermain dengan sangat luar biasa dengan menciptakan hatrick ke gawang David De Gea.

Penampilan Ronaldo sendiri memang sangat di tunggu tunggu dalam turnamen ini usai dua musim yang lalu ia berhasil menghantarkan Selecao untuk menjurai ajang Euro pada 2016 yang dengan mengalahkan Prancis. Tidak hanya itu ia juga berhasil menghantarkan klubnya Real Madrid untuk meraih gelar liga Champions ketiga secara beruntun.

Mou yang pernah bekerja sama dengan CR7 di Real Madrid selama tiga musim menyatakan jika sosok Ronaldo merupakan pemain yang sangat langka dan Special.

”Lihat pertandingan tadi itu sangat luar biasa, hanya butuh sosok Ronaldo saja untuk menahan  11 pemain Spanyol. Itu sangat luar biasa.” ucap Mourinho kepada Russia Sports.

Anggapan Mourinho memang benar adanya melihat Statistik yang di buat oleh penyerang Real Madrid tersebut. Dengan apa yang di lakukan Ronaldo, bagi Jose ia merupakan pemain yang begitu Special dan menciptakan perbedaan ketika di laga laga paling krusial.

”Sangat banyak typekal pemain saat ini,  ada beberapa pemain yang bermain untuk pertandingan, ada pemain yang bermain demi pertandingan, dan ada pemain yang bermain untuk sebuah pertandingan dan bisa menciptakan perbedaan.

Andy Cole : Rubah Segera Filosofimu Jose !

Manager Manchester United, Jose Mourinho disarankan untuk segera mengganti taktik membosankannya di MU, hal ini dikarenakan penampilan permainan Setan Merah tak kalah jauh dari eranya Louis Van Gal menurut pendapat dari legenda MU, Andy Cole.

Pada musim ini sendiri Manchester United hanya berhasil finish di posisi Runner Up Primer Leangue, meski pencapain tersebut memuaskan semenjak perginya Sir Alex Ferguson dan setelahnya jawara Primer Leangue tersebut langsung menurun kualitasnya bahkan harus gagal bermain di ajang Liga Champions di era Louis Van Gal dan David Moyes.

Semenjak kedatangkan Mourinho pada 2016 yang perlahan tapi pasti skuat MU memang mulai membaik dengan berhasil nya mereka menjurai ajang Liga Eropa dan Piala Liga pada musim perdana pelatih asal Portugal tersebut. Tapi banyak yang tidak terlalu suka dengan taktik yang di usung oleh Mourinho. Pelatih berusia 54 tahun itu memang terkenal dengan permainan Pragmatisnya yang terkadang membuat banyak orang bosan dengan permainan Setan Merah pada musim ini.

Dan pada musim kedua Mourinho ia berhasil membawa MU finish di Runner Up dan gagal meraih satu trofi pada musim ini dengan mereka membuat sejerah yang sangat bagus dengan perbedaan 19 poin dari juara bertahan Manchester City yang berhasil menjurai Primer Leangue pada musim ini.

Bagi Cole yang pernah membela MU ia meminta Mourinho untuk segera merubah taktiknya agar timnya bisa bermain menyerang seperti eranya Sir Alex Ferguson.

”Saya melihat skuat ini di oleh pemain pemain yang sangat berkualitas.” ucap Cole kepada The Daily Stars.

”Saya berharap Jose Mourinho merubah filosofinya segera, permainannya sangat membosankan. Manchester United gagal pada musim ini karena permainan yang kurang menyerang yang membuat mereka gagal mencetak banyak gol kegawang lawan.” terangnya.